RESENSI
NOVEL DILLAN 1990
‘’Milea,jangan pernah
bilang ke aku
Ada yang
menyakitimu,nanti,besoknya,
Orang itu akan hilang”
01.Identitas Novel
a.Judul
Novel :’’Dia
adalah Dilanku’’
b.Pengarang/Penulis :Pidi Baiq
c. Tahun terbit :2014
d.Jumlah
halaman :348 halaman
e.Penerbit :Pastel
books,mizan pustaka
f.Cetakan :kedua 2014
g.Kota terbit :Bandung
02.Judul/Sinopsis
DILLANKU
Seorang gadis di masa ujung putih
abu-abu dengan rambut yang terurai,pergi ke sekolah berjalan kaki yang
diam-diam diikuti oleh seorang penggemar rahasianya.Waktu berujung oleh rasa
penasaran dan pada akhirnya dia menghampiri gadis itu dan berkata “Kamu Milea
ya?’’gadis itu menjawab seakan acuh tak acuh.Bukan dengan seikat bunga atau
kata-kata manis untuk menarik perhatiannya,namun melalui ramalan seperti yang
dikatakan:
“Aku
ramal nanti kita bertemu di kantin’’
Namun ramalan tersebut justru membuat
milea nggan pergi ke kantin bersama teman temannya sehingga membuat ramalan
dilan ternyata salah yang di informasikannya kepada milea melalui surat. Sejak
saat itu hidup milea dipenuhi dengan dilan yang selalu membuatnya merasa tenang
dan nyaman apalagi dilan selalu mengungkapkan kata kata romantis pada
milea. Dilan seakan membuat milea lupa
kalau milea sudah mempunyai pacar bernama Beni. Dilan yang sebelumya tidak
mengetahui bahwa milea telah mempunyai pacar akhirnya mengetahuinya, lalu
bagaimana selanjutnya?? Apakah dilan akan terus memperjuangkan cintanya kepada
milea?? Lalu bagaimana dengan milea?? Apakah ia akan meninggalkan beni? Lalu
apa reaksi beni akan hal kedekatan milea dengan pria lain? Untuk mengetahui
ceritanya lebih lanjut silahkan baca dalam
novel dilan, dia adalah dilanku
‘’Cemburu itu hanya buat orang
Yang
tidak percaya diri,
Dan
aku sedang tidak percaya diri”
03. Analisis Usur Intrinsik
a.Penokohan:-Dillan (Protagonis) -Rani(tritagonis)
-Milea (protagonis) -Wati(tritagonis)
-kang Adi (tritagonis)
-Beni(pritagonis)
-Anhar (antagonis)
-Nandan(protagonis)
-Pak Suripto (tritagonis) -Teman”Beni(tritsgonis)
-Ibu Dillan (protagonis)
-Ibu Guru/Bpk guru(tritagonis)
-Disa(tritagonis) -Pembantu Milea(tritagonis)
-Ibu Milea(protagonis)
-Kepala sekolah(tritagonis)
-Ayah Milea(protagonis)
-Bu Eem(tritagonis)
b.Tema : percintaan pada masa putih abu-abu
c.Latar
-Waktu : Pagi (
milea berangkat ke sekolah),Siang (pulang sekolah),Sore( milea
dijenguk teman temannya) danMalam ( dilan dan milea bertelefonan)
-Suasana :Sedih (milea dikatakan pelacur oleh beni) ,Senang
(milea dan dilan bertelefonan), Menegangkan
(dilan dan anhar berantam), Lucu( dilan menggombal kepada milea)
-Tempat :-Di
sekolah
-Warung Bu Eem
-Rumah Milea (kamar,ruang makan,ruang
tamu,teras,dapur)
-Rumah Dillan (kamar,dapur,ruang makan,ruang
tamu)
-Kantin sekolah
-Ruang kelas
-Pasar
-Jalan umum
-wilayah ITB
d.Alur :Mundur(karena menceritakan kisah percintaan
yang sudah lewat)
e.Sudut pandang :-Orang pertama tunggal (aku,saya)
Aku ramal
suatu saat nanti kamu akan menaiki motorku
- Orang ke
tiga (dia,mereka,kita)
f.Amanat :Hargai
perempuan dan perjuangkan cintamu
g.Gaya bahasa :Sehari-hari(karena adanya pemakaian bahasa
Bandung/sunda)
04.Analisis Unsur
Ekstrinsik
a.Nilai Agama : dapat dilihat dari pemakaian kata yang
diucapkan dilan
yang sangat menunjukkan kemuslimannya (Bismillahirrahmanirrahim
dengan nama Allah yang maha pengasih dan penyanyang)
b.Nilai Pendidikan : milea yang
selalu berangkat ke sekolah dan belajar di ruang kelas dan menghargai setiap karya orang lain
seperti yang Dillan katakan ”tak ada
karya yang jelek selama karya itu bukan hasil plagiat”
c.Nilai moral : dilan yang sangat menghargai
perempuan ( milea, ibunya)
d.Nilai Sosial :dilan yang menepati janjinya saat kepada
Milea bahwa ia tidak akan ikut tawuran
e.Nilai Budaya :membayar (saat di pasar),mengetuk
pintu(saat dilan datang ke rumah milea)dan mengucapkan
terimakasih/Haternuhun(ketika selesai berbelanja)
05.Kekurangan
a. adanya unsur tidak hormat
terhadap guru
b.adanya adegan perkelahian dan
ciuman
c.Plat mobil yang tidak sesuai
dengan alur cerita(saat kang Adi mengajak Milea jalan-jalan ke ITB
d.Tidak konsisten dalam
penggunaan gaya bahasa seperti gak,engga
e.Beberapa humor terasa garing
dan terkesan seperti dipaksakan
06.Kelebihan
a.Membuat kita bernostalgia ke
zaman masa-masa SMA
b.menggunakan bahasa sehari hari
sehingga mudah di pahami dan di hayati
c.Meski bukunya lumayan tebal
tulisannya cukup besar sehingga lebih mudah
untuk dibaca
d.memiliki beberapa amanat salah
satunya mengajak kita untuk menghargai wanita
e.Adanya
ilustrasi
07. Kesimpulan
Film tersebut hanya layak untuk
ditonton remaja dengan pengawasan orang tua dan umur 17 ke atas,karena film
tersebut memiliki adegan yang tidak pantas untuk di lihat (ciuman) oleh kalangan
anak anak. Karena makna yang tersirat di buku ini akan sangat berguna apabila
di laksanakan dengan baik.Bahkan dapat membuat kita bernostalgia pada masa-masa
SMA.Maka dari itu ,dengan rasa penasaran dan mengejutkan hari-hari yang mereka
laluipun penuh dengan canda dan tawa.Dari canda dan tawa mereka akhirnya mereka
resmi untuk berpacaran dengan surat yang berisikan sumpah janji mereka dan
memiliki dua materai untuk ditandatangani sebagai bukti bahwa mereka resmi
untuk berpacaran.
PROKLAMASI
Hari
ini Bandung tanggal 22 Desember 1990
Dillan
dan Milea dengan penuh perasaan
Telah
resmi berpacaran
Hal-hal
mengenai penyempurnaan dan kemesraan
Akan
di selenggarakan dalam tempo
Yang
selama-lamanya
-DILLAN&MILEA
RESENSI
NOVEL DILLAN 1990
‘’Milea,jangan pernah
bilang ke aku
Ada yang
menyakitimu,nanti,besoknya,
Orang itu akan hilang”
01.Identitas Novel
a.Judul
Novel :’’Dia
adalah Dilanku’’
b.Pengarang/Penulis :Pidi Baiq
c. Tahun terbit :2014
d.Jumlah
halaman :348 halaman
e.Penerbit :Pastel
books,mizan pustaka
f.Cetakan :kedua 2014
g.Kota terbit :Bandung
02.Judul/Sinopsis
DILLANKU
Seorang gadis di masa ujung putih
abu-abu dengan rambut yang terurai,pergi ke sekolah berjalan kaki yang
diam-diam diikuti oleh seorang penggemar rahasianya.Waktu berujung oleh rasa
penasaran dan pada akhirnya dia menghampiri gadis itu dan berkata “Kamu Milea
ya?’’gadis itu menjawab seakan acuh tak acuh.Bukan dengan seikat bunga atau
kata-kata manis untuk menarik perhatiannya,namun melalui ramalan seperti yang
dikatakan:
“Aku
ramal nanti kita bertemu di kantin’’
Namun ramalan tersebut justru membuat
milea nggan pergi ke kantin bersama teman temannya sehingga membuat ramalan
dilan ternyata salah yang di informasikannya kepada milea melalui surat. Sejak
saat itu hidup milea dipenuhi dengan dilan yang selalu membuatnya merasa tenang
dan nyaman apalagi dilan selalu mengungkapkan kata kata romantis pada
milea. Dilan seakan membuat milea lupa
kalau milea sudah mempunyai pacar bernama Beni. Dilan yang sebelumya tidak
mengetahui bahwa milea telah mempunyai pacar akhirnya mengetahuinya, lalu
bagaimana selanjutnya?? Apakah dilan akan terus memperjuangkan cintanya kepada
milea?? Lalu bagaimana dengan milea?? Apakah ia akan meninggalkan beni? Lalu
apa reaksi beni akan hal kedekatan milea dengan pria lain? Untuk mengetahui
ceritanya lebih lanjut silahkan baca dalam
novel dilan, dia adalah dilanku
‘’Cemburu itu hanya buat orang
Yang
tidak percaya diri,
Dan
aku sedang tidak percaya diri”
03. Analisis Usur Intrinsik
a.Penokohan:-Dillan (Protagonis) -Rani(tritagonis)
-Milea (protagonis) -Wati(tritagonis)
-kang Adi (tritagonis)
-Beni(pritagonis)
-Anhar (antagonis)
-Nandan(protagonis)
-Pak Suripto (tritagonis) -Teman”Beni(tritsgonis)
-Ibu Dillan (protagonis)
-Ibu Guru/Bpk guru(tritagonis)
-Disa(tritagonis) -Pembantu Milea(tritagonis)
-Ibu Milea(protagonis)
-Kepala sekolah(tritagonis)
-Ayah Milea(protagonis)
-Bu Eem(tritagonis)
b.Tema : percintaan pada masa putih abu-abu
c.Latar
-Waktu : Pagi (
milea berangkat ke sekolah),Siang (pulang sekolah),Sore( milea
dijenguk teman temannya) danMalam ( dilan dan milea bertelefonan)
-Suasana :Sedih (milea dikatakan pelacur oleh beni) ,Senang
(milea dan dilan bertelefonan), Menegangkan
(dilan dan anhar berantam), Lucu( dilan menggombal kepada milea)
-Tempat :-Di
sekolah
-Warung Bu Eem
-Rumah Milea (kamar,ruang makan,ruang
tamu,teras,dapur)
-Rumah Dillan (kamar,dapur,ruang makan,ruang
tamu)
-Kantin sekolah
-Ruang kelas
-Pasar
-Jalan umum
-wilayah ITB
d.Alur :Mundur(karena menceritakan kisah percintaan
yang sudah lewat)
e.Sudut pandang :-Orang pertama tunggal (aku,saya)
Aku ramal
suatu saat nanti kamu akan menaiki motorku
- Orang ke
tiga (dia,mereka,kita)
f.Amanat :Hargai
perempuan dan perjuangkan cintamu
g.Gaya bahasa :Sehari-hari(karena adanya pemakaian bahasa
Bandung/sunda)
04.Analisis Unsur
Ekstrinsik
a.Nilai Agama : dapat dilihat dari pemakaian kata yang
diucapkan dilan
yang sangat menunjukkan kemuslimannya (Bismillahirrahmanirrahim
dengan nama Allah yang maha pengasih dan penyanyang)
b.Nilai Pendidikan : milea yang
selalu berangkat ke sekolah dan belajar di ruang kelas dan menghargai setiap karya orang lain
seperti yang Dillan katakan ”tak ada
karya yang jelek selama karya itu bukan hasil plagiat”
c.Nilai moral : dilan yang sangat menghargai
perempuan ( milea, ibunya)
d.Nilai Sosial :dilan yang menepati janjinya saat kepada
Milea bahwa ia tidak akan ikut tawuran
e.Nilai Budaya :membayar (saat di pasar),mengetuk
pintu(saat dilan datang ke rumah milea)dan mengucapkan
terimakasih/Haternuhun(ketika selesai berbelanja)
05.Kekurangan
a. adanya unsur tidak hormat
terhadap guru
b.adanya adegan perkelahian dan
ciuman
c.Plat mobil yang tidak sesuai
dengan alur cerita(saat kang Adi mengajak Milea jalan-jalan ke ITB
d.Tidak konsisten dalam
penggunaan gaya bahasa seperti gak,engga
e.Beberapa humor terasa garing
dan terkesan seperti dipaksakan
06.Kelebihan
a.Membuat kita bernostalgia ke
zaman masa-masa SMA
b.menggunakan bahasa sehari hari
sehingga mudah di pahami dan di hayati
c.Meski bukunya lumayan tebal
tulisannya cukup besar sehingga lebih mudah
untuk dibaca
d.memiliki beberapa amanat salah
satunya mengajak kita untuk menghargai wanita
e.Adanya
ilustrasi
07. Kesimpulan
Film tersebut hanya layak untuk
ditonton remaja dengan pengawasan orang tua dan umur 17 ke atas,karena film
tersebut memiliki adegan yang tidak pantas untuk di lihat (ciuman) oleh kalangan
anak anak. Karena makna yang tersirat di buku ini akan sangat berguna apabila
di laksanakan dengan baik.Bahkan dapat membuat kita bernostalgia pada masa-masa
SMA.Maka dari itu ,dengan rasa penasaran dan mengejutkan hari-hari yang mereka
laluipun penuh dengan canda dan tawa.Dari canda dan tawa mereka akhirnya mereka
resmi untuk berpacaran dengan surat yang berisikan sumpah janji mereka dan
memiliki dua materai untuk ditandatangani sebagai bukti bahwa mereka resmi
untuk berpacaran.
PROKLAMASI
Hari
ini Bandung tanggal 22 Desember 1990
Dillan
dan Milea dengan penuh perasaan
Telah
resmi berpacaran
Hal-hal
mengenai penyempurnaan dan kemesraan
Akan
di selenggarakan dalam tempo
Yang
selama-lamanya
-DILLAN&MILEA
Wow sangat bermanfaat
BalasHapusMauliate
BalasHapusTrimakasi
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusbaper guaa
BalasHapusTerimakasih atas info
BalasHapusMakasih infonya
BalasHapusTerimakasih atas infonya
BalasHapus